Ketika melihat truk kontainer yang besar melintas di depan saya,
langsung mendapat ide tentang kurikulum dan guru. Saya melihat kotak
besar yang dibawa oleh truk tersebut. Buat saya, kotak besar itu adalah
kurikulum. Bentuk kotak adalah model kurikulumnya.
Menurut Robin Forgaty
ada 10 model kurikulum, mulai fragmented sampai integrated. Berarti
bisa-bisa truk besar tersebut membuat beban yang bentuknya bukan kotak,
mungkin berbentuk kerucut, limas, tabung, dan lain-lain. Anggap saja
kotak adalah bentuk kurikulum terpadu yang dipakai pada kurikulum 2013.
Pasti isinya sangat beragam, sesuai dengan model kurikulumnya.
Sebenarnya ada yang lebih penting daripada bentuk kotak kontainer dan
isinya, yaitu tiga roda besar yang membawa kotak tersebut. Bayangkan
roda pertama adalah INPUT, roda kedua PROSES dan roda ketiga adalah
OUTPUT. Apa maksudnya? Sederhana sekali. Tiga roda itu adalah pembawa
kurikulum, yaitu GURU. Keberhasilan guru melaksanakan kurikulum jika
GURU tersebut mempunyai TIGA RODA. INPUT, guru harus yakin setiap
siswanya adalah BINTANG.
Tidak ada anak yang bodoh. PROSES, guru harus
menguasai multi strategi dalam mengajar. Jangan hanya mengandalkan
strategi tunggal, yaitu metode CERAMAH seumur hidup. Dan OUPUT, guru
harus menilai siswanya dengan penilaian otentik. Insyaallah semua siswa
kita HEBAT.
Anda bisa bayangkan ketika selesai mengajar, tidak ada siswa
yang diremidi. Semua siswanya memahami dan menuntaskan semua indikator
hasil belajarnya. Jadi GURUNYA MANUSIA itu seperti TIGA RODA yang siap
membawa dan menghantar KONTAINER KURIKULUM dengan bentuk apapun. Indah
bukan?