.easyslider-wrapper { width: auto; float: left; position: relative; padding-right: 2%; padding-top: 10px; } .easyslider { overflow: hidden; position: relative; width: 100%; height: 350px; background: #eee; } .image_reel { position: absolute; top: 0; left: 0; } .image_reel img { float: left; width: 20%; height: 350px; } .paging { background: none; position: absolute; bottom: 15px; right: 20px; padding:4px 0 2px; z-index: 100; display: none; } .paging a { margin: 3px; background: #fff; width: 10px; height:10px; display: inline-block; border: none; outline: none; } .paging a.active { background: #15E3FF; border: 1px solid #15E3FF; } .paging a:hover { } .easytitledes { width:70%; display: none; position: absolute; bottom: 20px; left: 20px; z-index: 101; background: #000A3F; background: rgba(2, 0, 51, 0.6); padding: 10px 15px; } .easytitledes a { color: #15E3FF; font: 14px sans-serif; text-transform: uppercase; font-weight: bold; } .easytitledes a:hover { color:#29FF00 } .easytitledes p { color: #fff; font: 12px Arial; }
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Sekolah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

PEMIMPIN ITU VENTILASI DAN PAYUNG TIMNYA

By Munif Chatib


Semua orang percaya kalau dalam bekerja pasti menemui masalah. Ketika masalah ini menumpuk dan menggunung, butuh jalan keluar. Ada yang mengatakan separuh masalah itu selesai ketika hanya diceritakan saja kepada orang lain yang tepat.

Pasti anda pernah mengalaminya. Ketika menceritakan masalah anda kepada orang yang tepat, maka dada anda rasanya ‘plong’. Terasa sebagian masalah itu tuntas. Padahal lawan bicaranya hanya mendengar, belum memberikan solusi apapun. Apalagi jika didiskusikan berbagai solusi dari masalah tersebut, pasti segera tuntas.


Seorang pemimpin, pasti mempunyai orang-orang yang dipimpinnya. Saya selalu mengatakan mereka itu TIM. Pemimpin yang bijak harus harus menjadi tempat ‘curhat’ TIM-nya. Minimal seperti ventilasi udara, ada kelegaan bagi TIM-nya.  


Apalagi pemimpin tersebut mampu membantu memberi solusi jitu kepada TIM-nya tersebut. Jika budaya ini terus menerus dilakukan, maka pemimpin itu seperti payung bagi TIM-nya. Pemimpin harus siap mendengar keluhan, kesulitan atau masalah apapun baik yang berkaitan dengan pekerjaan atau tidak. Hanya mendengar saja, maka TIM anda akan merasa diperhatikan. 

Semoga kita dihindarkan dari pemimpin yang selalu mengajak TIM-nya ‘berantem’ dengan banyak orang, yang akhirnya membuat kita banyak musuh, padahal itu bukan masalah kita. 


Kala udara kerja sudah sesak dan pengap, tiba-tiba pemimpin menjadi ventilasinya. Kala banyak masalah turun deras bak hujan, tiba-tiba pemimpin menjadi payung besar yang melindungi semua TIM-nya dari hujan dan dingin. Alangkah indahnya.....

Senin, 03 Juni 2013

Tim Saya # Anak Buah Saya

GANTI SEBUTAN ANAK BUAH MENJADI TIM

By Munif Chatib

Alhamdulillah hampir 10 tahun saya banyak bertemu orang-orang hebat di seluruh Indonesia. Jujur mereka selalu saja menjadi inspirasi buat saya. Profesi mereka beragam, baik yang berkaitan dengan dunia pendidikan ataupun di bidang lain. 
Namun bagi saya mereka adalah ‘LEADER’. Saya selalu mendapat ‘special moment’ dari mereka. Banyak yang saya coba praktekkan pada saat saya bekerja. Agar catatan-catatan yang tercecer ini tidak hilang, saya berusaha kumpulkan dan ingin saya bagi kepada sahabat-sahabat lain.

Seperti hal yang sederhana dalam menyebut ‘bawahan’ dalam sebuah struktur perusahaan atau sekolah. PEMIMPINNYA MANUSIA selalu memanggil anak buahnya dengan istilah ‘TIM SAYA’ bukan ‘ANAK BUAH SAYA’ atau ‘BAWAHAN SAYA’.

Pasti anak buah anda mempunyai perasaan yang berbeda ketika di setiap kesempatan pemimpinnya selalu menyebut dengan TIM. TIM lebih mempunyai makna setara, sedangkan anak buah lebih berarti bawahan, buruh, atau orang yang selalu diperintah-perintah.

Hasil kerja TIM ternyata luar biasa. Setiap orang tiba-tiba merasa dihargai dan berlomba-lomba menciptakan mutu. Ya setiap orang berusaha bekerja dengan kualitas terbaik. Ketika saya praktekkan penyebutan TIM ini di perusahaan saya, wow nuansanya langsung positif. 

Alhamdulillah sampai hari ini saya sudah terbiasa bilang TIM kepada semua sahabat yang bekerja dengan saya. Ternyata sebutan TIM adalah jembatan membangun susana kerja yang harmonis. Ayo biasakan memanggil TIM kepada semua orang yang bekerja dengan kita.

Tabung U Pimpinan

PEMIMPIN YANG BUAT STRESS DAN TABUNG U

By Munif Chatib

Pernahkah anda sangat merasa tertekan pada saat bekerja, yang disebabkan oleh perilaku atasan atau bos anda? Jika anda pernah merasakan, percayalah saya juga pernah merasakannya. Sangat tidak nyaman dalam bekerja. Hari Senin sampai Jum’at rasanya seperti masuk neraka, sebaliknya hari yang ditunggu-tunggu adalah Sabtu dan Ahad, hari kebebasan.

Lalu ketika saya menjadi pemimpin, saya harus hati-hati melayani Tim saya. Pengalaman bekerja dalam tekanan selalu saya pegang kuat, jangan sampai hal tersebut dialami oleh Tim saya. Ternyata dari pengalaman bertemu pemimpin-pemimpin hebat, saya berhasil menyimpulkan sesuatu yang penting untuk parta pemimpin. Sesuatu itu bernama TABUNG U, ya bayangkan tabung dari kaca yang berbentuk huruf U. Mudahkan?

Tugas pemimpin memberi instruksi atau tantangan kepada Timnya agar dapat maju. Jika pemimpin tersebut memberi instruksi, maka sepertinya pemimpin tersebut memberikan ‘TEKANAN’ kepada penampang tabung pertama yang berisi air. 

Jika tekanan tersebut berhasil, maka air akan terangkat di penampang tabung kedua. Jika air tersebut sampai tumpah pada tabung kedua berarti PEKERJAAN BERHASIL atau SUKSES. Sederhanakan logikanya.

Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara pemimpin tersebut memberi TEKANAN ke penampang tabung pertama. Jika alat penekan, apapun itu, tidak sama luasnya dengan diameter tabung, maka yang terjadi adalah ADUK-ADUK, bukan penekanan, sehingga air di tabung kedua tidak akan naik. 

ADUK-ADUK bahasa lainnya adalah PENEKANAN NEGATIF, pasti airnya keruh. Setiap orang yang menerima instruksi akan merasa diaduk-aduk, takut, dan melakukan instruksi tidak dari hati. Akhirnya pekerjaan tidak tuntas.

Sebaliknya, jika cara PENEKANANNYA POSITIF, dengan cara pemimpin tersebut memperhatikan dan mengukur luas penampang tabung pertama, lalu dia membuat alat penekan yang sesuai dengan diameter tabung pertama. Dengan perlahan-lahan dilakukan penekanan, maka hasilnya adalah air akan naik di tabung kedua sampai tumpah. Diameter tabung adalah kondisi Tim. 

PEMIMPIN YANG BUAT STRESS DAN TABUNG U
By Munif Chatib
 
Pernahkah anda sangat merasa tertekan pada saat bekerja, yang disebabkan oleh perilaku atasan atau bos anda? Jika anda pernah merasakan, percayalah saya juga pernah merasakannya. Sangat tidak nyaman dalam bekerja. Hari Senin sampai Jum’at rasanya seperti masuk neraka, sebaliknya hari yang ditunggu-tunggu adalah Sabtu dan Ahad, hari kebebasan.
Lalu ketika saya menjadi pemimpin, saya harus hati-hati melayani Tim saya. Pengalaman bekerja dalam tekanan selalu saya pegang kuat, jangan sampai hal tersebut dialami oleh Tim saya. Ternyata dari pengalaman bertemu pemimpin-pemimpin hebat, saya berhasil menyimpulkan sesuatu yang penting untuk parta pemimpin. Sesuatu itu bernama TABUNG U, ya bayangkan tabung dari kaca yang berbentuk huruf U. Mudahkan?
Tugas pemimpin memberi instruksi atau tantangan kepada Timnya agar dapat maju. Jika pemimpin tersebut memberi instruksi, maka sepertinya pemimpin tersebut memberikan ‘TEKANAN’ kepada penampang tabung pertama yang berisi air. Jika tekanan tersebut berhasil, maka air akan terangkat di penampang tabung kedua. Jika air tersebut sampai tumpah pada tabung kedua berarti PEKERJAAN BERHASIL atau SUKSES. Sederhanakan logikanya.
Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara pemimpin tersebut memberi TEKANAN ke penampang tabung pertama. Jika alat penekan, apapun itu, tidak sama luasnya dengan diameter tabung, maka yang terjadi adalah ADUK-ADUK, bukan penekanan, sehingga air di tabung kedua tidak akan naik. ADUK-ADUK bahasa lainnya adalah PENEKANAN NEGATIF, pasti airnya keruh. Setiap orang yang menerima instruksi akan merasa diaduk-aduk, takut, dan melakukan instruksi tidak dari hati. Akhirnya pekerjaan tidak tuntas.
Sebaliknya, jika cara PENEKANANNYA POSITIF, dengan cara pemimpin tersebut memperhatikan dan mengukur luas penampang tabung pertama, lalu dia membuat alat penekan yang sesuai dengan diameter tabung pertama. Dengan perlahan-lahan dilakukan penekanan, maka hasilnya adalah air akan naik di tabung kedua sampai tumpah. Diameter tabung adalah kondisi Tim. Maksudnya jika pemimpin selalu memperhatikan kondisi Tim-nya sebelum memberikan penekanan, maka biasanya alat penekanan tersebut akan sesuai dengan kondisi Tim. Sehingga Tim anda akan melakukan pekerjaan dengan hati, dan berkeinginan yang sama, yaitu MAJU BERSAMA.
Kesimpulannya jika pemimpin tidak pernah mengetahui kondisi Timnya, biasanya yang teradi adalah ADUK-ADUK. Sebaliknya jika pemimpin memahami betul kondisi Timnya, Insyaallah akan terjadi pergerakan air yang naik dan semua program akan berhasil.Maksudnya jika pemimpin selalu memperhatikan kondisi Tim-nya sebelum memberikan penekanan, maka biasanya alat penekanan tersebut akan sesuai dengan kondisi Tim. Sehingga Tim anda akan melakukan pekerjaan dengan hati, dan berkeinginan yang sama, yaitu MAJU BERSAMA.

Kesimpulannya jika pemimpin tidak pernah mengetahui kondisi Timnya, biasanya yang teradi adalah ADUK-ADUK. Sebaliknya jika pemimpin memahami betul kondisi Timnya, Insyaallah akan terjadi pergerakan air yang naik dan semua program akan berhasil.

Tanya-Jawab

T:  
Saya setuju dengan apa yg Pak Munif sampaikan, Fungsi manajemen kalo tidak salah meliputi: perencanaan, penempatan posisi kerja, action/kerja. Bagaimana dengan fungsi control? Apa yg harus di lakukan seorang pemimpin kalo teamnya melakukan kesalahan ?

J : 
Sederhana. Jika tim melakukan kesalahan ada 4 tahap 1. Identifikasi kesalahannya, 2. Cari tahu penyebabnya, 3. Pikirkan solusinya, 4. Jangan sampai ada kesalahan yang sama.
                                                                                                                                                                                                 


Selasa, 21 Mei 2013

FINLANDIA MEMILIKI SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

Ah..... tawuran pelajar.... nyontek berjamaah.... bocoran soal Ujian Nasional.....Perkosaan anak2 sekolah dasar.... Pelecehan guru pada siswa....Bulliying kakak kelas pada adik kelas.....

Ada apa sich dengan sistem pendidikan di Indonesia ???



Tadi malam setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita.


Saya bercerita tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.

Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,

"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....

Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul

Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.

Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???

Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
 Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!
Sumber:  http://www.ayahkita.com/