GANTI SEBUTAN ANAK BUAH MENJADI TIM
By Munif Chatib
Alhamdulillah hampir 10 tahun saya banyak bertemu orang-orang hebat di seluruh Indonesia. Jujur mereka selalu saja menjadi inspirasi buat saya. Profesi mereka beragam, baik yang berkaitan dengan dunia pendidikan ataupun di bidang lain.
Alhamdulillah hampir 10 tahun saya banyak bertemu orang-orang hebat di seluruh Indonesia. Jujur mereka selalu saja menjadi inspirasi buat saya. Profesi mereka beragam, baik yang berkaitan dengan dunia pendidikan ataupun di bidang lain.
Namun bagi saya mereka adalah ‘LEADER’. Saya
selalu mendapat ‘special moment’ dari mereka. Banyak yang saya coba
praktekkan pada saat saya bekerja. Agar catatan-catatan yang tercecer
ini tidak hilang, saya berusaha kumpulkan dan ingin saya bagi kepada
sahabat-sahabat lain.
Seperti hal yang sederhana dalam menyebut ‘bawahan’ dalam sebuah struktur perusahaan atau sekolah. PEMIMPINNYA MANUSIA selalu memanggil anak buahnya dengan istilah ‘TIM SAYA’ bukan ‘ANAK BUAH SAYA’ atau ‘BAWAHAN SAYA’.
Seperti hal yang sederhana dalam menyebut ‘bawahan’ dalam sebuah struktur perusahaan atau sekolah. PEMIMPINNYA MANUSIA selalu memanggil anak buahnya dengan istilah ‘TIM SAYA’ bukan ‘ANAK BUAH SAYA’ atau ‘BAWAHAN SAYA’.
Pasti anak buah anda mempunyai
perasaan yang berbeda ketika di setiap kesempatan pemimpinnya selalu
menyebut dengan TIM. TIM lebih mempunyai makna setara, sedangkan anak
buah lebih berarti bawahan, buruh, atau orang yang selalu
diperintah-perintah.
Hasil kerja TIM ternyata luar biasa. Setiap orang
tiba-tiba merasa dihargai dan berlomba-lomba menciptakan mutu. Ya setiap
orang berusaha bekerja dengan kualitas terbaik. Ketika saya praktekkan
penyebutan TIM ini di perusahaan saya, wow nuansanya langsung positif.
Alhamdulillah sampai hari ini saya sudah terbiasa bilang TIM kepada
semua sahabat yang bekerja dengan saya. Ternyata sebutan TIM adalah
jembatan membangun susana kerja yang harmonis. Ayo biasakan memanggil
TIM kepada semua orang yang bekerja dengan kita.







